Postingan

Menampilkan postingan dengan label KKNUMPurworejo Desa Semagung KKN UMPWR Desa Semagung

Program Kerja KKN UMPWR : Perencanaan Pembangunan Kantor Desa Semagung Kecamatan Bagelen sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Gambar
            Perencanaan pembangunan kantor desa merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat lokal. Kantor desa tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik, pusat koordinasi kegiatan masyarakat, serta simbol representatif pemerintahan desa. Di Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, kebutuhan akan perencanaan pembangunan kantor desa yang lebih optimal menjadi salah satu isu strategis yang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.      Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa berkontribusi dalam menyusun perencanaan pembangunan kantor desa dengan mempertimbangkan aspek fungsional, efisiensi ruang, dan kebutuhan pelayanan publik. Perencanaan ini diarahkan pada tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kinerja aparatur pemerintah desa, serta mengoptimalkan penggunaan ...

Kelompok KKN UMPWR di Desa Semagung Melaksanakan Program Kerja Pemasangan Cermin Jalan Sebagai Upaya Mengurangi Tingkat Kecelakaan di Desa Semagung,

Gambar
          Purworejo — Upaya peningkatan keselamatan lalu lintas terus dilakukan melalui berbagai langkah preventif di lingkungan desa. Salah satunya adalah pemasangan kaca cembung pada lima titik tikungan rawan kecelakaan di Desa Semagung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, dimulai pukul 10.00 WIB dan selesai sekitar pukul 16.30 WIB. Pemasangan ini tersebar di tiga dusun, yaitu Dusun Krajan, Dusun Semagung Wetan, dan Dusun Karangtengah. Program ini diharapkan mampu membantu pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintas serta mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di wilayah desa. Sebelum dilakukan pemasangan kaca cembung, beberapa ruas jalan di Desa Semagung diketahui memiliki tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Kondisi tikungan jalan yang tajam serta jarak pandang yang terbatas menjadi faktor utama penyebab kerawanan tersebut. Selain itu, terdapat beberapa faktor pendukung lain seperti keberadaan pepohonan di sekitar ja...

Penguatan Kesadaran dan Literasi Hukum Masyarakat Diselenggarakan Oleh KKN UMPWR di Desa Semagung: Sosialisasi KDRT dan Pencemaran Nama Baik di Desa Semagung

Gambar
            Purworejo — Upaya peningkatan literasi hukum masyarakat desa terus diperkuat melalui kegiatan sosialisasi hukum dengan materi Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pencemaran nama baik yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2025, di Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dirancang sebagai forum edukatif untuk membekali masyarakat dengan pemahaman hukum praktis yang relevan dengan dinamika kehidupan keluarga dan sosial di era komunikasi terbuka. Sosialisasi menghadirkan narasumber Dr. Indah Kusuma Dewi, S.H., M.H., yang menyampaikan materi secara mendalam, sistematis, dan berbasis peraturan perundang-undangan. Paparan difokuskan pada konsep dasar KDRT, klasifikasi bentuk pelanggaran, dampak sosial dan hukum, serta kerangka perlindungan bagi korban. Penjelasan diberikan dengan pendekatan aplikatif agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.      Dalam sesi utama, ...

Sosialisasi Inovasi Pangan Lokal Nugget Tempe Oleh Mahasiswa KKN UMPWR Disambut Antusias Oleh Warga Desa Semagung

Gambar
            Purworejo — Kegiatan sosialisasi inovasi pangan lokal berbasis tempe dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, dengan mengangkat produk olahan nugget tempe sebagai alternatif makanan favorit anak. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK dari berbagai dusun di Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, sebagai target utama audiens dalam upaya penguatan pengetahuan gizi keluarga dan diversifikasi pangan lokal. Sosialisasi difokuskan pada pengenalan nugget tempe sebagai bentuk inovasi olahan pangan yang bernilai gizi, ekonomis, dan mudah diproduksi secara mandiri di tingkat rumah tangga. Tempe sebagai bahan utama dipilih karena memiliki kandungan protein nabati yang tinggi serta mudah diperoleh di lingkungan masyarakat. Melalui inovasi bentuk dan cita rasa, olahan ini diharapkan menjadi pilihan menu yang lebih menarik bagi anak-anak.      Dalam kegiatan tersebut dipaparkan konsep dasar inovasi pangan lokal, kandungan gi...